Latest News

Perbedaan Pendapat Para Ulama Mengenai Hukum Zakat Profesi

zakat profesi

Berbagai macam jenis zakat yang memangmempunyai kewajiban harus dikeluarkan jika sudah memasuki nisab yang telah ditentukan. Zakat profesi adalah salah satu jenis zakat yang ada. Untuk hal satu ini tidak bisa disamakan dengan zakat hasil pertanian maupun peternakan yang sudah jelas ketentuannya. Untuk zakat profesi sendiri belum ada dalil yang mengharuskan untuk pengeluarannya. Para ulama besar juga berpendapat masing-masing tentang hal tersebut. Karena memang tidak boleh bahwasanya menyatakan sesuatu kaidah agung yang belum dapat dipastikan syariatnya.

Pada dasarnya tidak ada kewajiban seseorang untuk membayar zakat penghasilan kecuali telah ada dalil yang menjadi pedoman. Ini berarti zakat profesi adalah semua jenis profesi yang ditekuni masyarakat ada kewajiban terkena zakat. Dalam artian tersebut berapapun uang yang dihasilkan mencapai nisab atau tidak, dan apakah sudah memasuki haul yang telah ditetapkan wajib dikeluarkannya zakat. Ini dianggap pendapat yang batil, tidak ada didalam al-quran yang menetapkannya. Sesuatu yang batil memang seharusnya dicari tahu dahulu kejelasannya sebelum itu dapat dilaksanakan sesuai pedoman yang ada.

Yang dimaksud dengan hukum zakat profesi yaitu zakat yang wajib dikeluarkan oleh seseorang yang mempunyai profesi tertentu dan menghasilkan penghasilan dan dikumpulkan yang telah memasuki nisab dan haul yang telah ditentukan. Ini pendapat ulama yang memiliki dalil dan telah diakui mengenai keilmuannya. Zakat gaji tidak boleh disamakan dengan hasil tanaman yang wajib dikeluarkan setiap panen tiba. Sebenarnya zakat profesi itu kurang lebihnya sama dengan zakat yang ditentukan dalam zakat uang. Karena penentuan berdasarkan emas ataupun perak.

Mengenai profesi, gaji yang diterima seseorang setiap bulannya dan telah habis untuk dinafkahkan pada keluarganya dan tidak ada sisa sedikitpun sampai gajian berikutnya itu berarti tidak dikenakan zakat sama sekali. Karena yang menjadi dasar persyaratan pengeluaran zakat yaitu tercukupinya nisab dan haul. Seseorang terkena zakat itu misalnya begini, seseorang mempunyai gaji yang setengah untuk memenuhi kebutuhan dan setengahnya lagi disimpan untuk ditabung. Itu berarti wajib atas mengeluarkan zakat uang yang telah disimpan dan memasuki haul.


Haul yang gunakan biasanya masa satu tahun yang harus dilewati oleh nisab harta tertentu. Jadi misal simpanan uang pertama yang telah masuk dalam nisab sempurna di tahun ini, jika ada tambahan harta lainnya lagi sebaiknya dihitung secara keseluruhan harta tersebut. demikian zakat uang telah sempurna haulnya dan dikeluarkan pada waktunya. Dan jika pengumpulan uang belum sempurna haulnya disarankan untuk disegerakan pengeluaran setahun sebelumnya. Karena haul merupakan syarat utama, jadi barang siapa yang telah menghasilkan harta belum ada kewajiban membayar zakat jika harta tersebut berlalu atas waktu satu tahun. Sekian semoga dapat bermanfaat bagi semuanya. 

Terima kasih.

1 Response to "Perbedaan Pendapat Para Ulama Mengenai Hukum Zakat Profesi"

Terima Kasih sudah berkunjung di blog catatansimpel.com

Silahkan tinggalkan komentar jika berkenan
Jangan lupa berkunjung lagi :)