Latest News

Sekelumit Tentang Cinta


Kali ini saya mau membicarakan hal yang menurutku bahkan menurut sebagian orang tidak habis-habis, bisa dikatakan indah bisa dikatakan menyakitkan bagis sebagian galauers, ya, saya mau membicarakan tentang cinta, cinta, sesuatu hal yang membuat manusia bisa menjadi manusia, sesuatu hal yang membuat makhluk hidup bisa menjadi makhluk hidup.

Cinta menurut kamus besar bahasa indonesia adalah wakil dari perasaan kasih, sayang, atau rindu yang sangat dalam. Namun dalam konteks atau kadar kalimat tertentu, ia bisa juga mewakili perasaan sedih. Pada kalimat diatas dijelaskan cinta adalah wakil dari perasaan kasih sayang, atau rindu yang sangat dalam, untuk kalimat yang satu ini saya setuju, karena hal inilah yang membuat manusia bisa saling mengerti dan melindungi satu sama lain, hal inilah yang membuat kasih sayang seorang ibu tidak pernah putus kepada anaknya, hal ini pula yang membuat seekor induk hewan mau merawat anaknya hingga tumbuh besar.

Pada kalimat kedua dijelaskaan ia bisa juga mewakili perasaan sedih. Cinta hanya bisa mewakili perasaan sedih ketika yang dicintai tidak sesuai harapannya, contohnya seorang ibu atau ayah yang menginginkannya tumbuh menjadi orang yang baik, tapi ketika si anak tumbuh besar ternyata kenyataannya tidak seperti itu.

Tapi berbeda sedihnya cinta pada anak muda, mungkin saya agak menyinggung para anak muda remaja yang sering mengatasnamakan cinta namun diiringi dengan nafsunya sendiri, memang dapat dimaklumi pada remaja hormonnya sedang meledak-ledak, meniru tingkah temannya dan mengikuti trend yang sedang ada itu harus, dan saya pikir itupun sah-sah saja, tapi ketika atas nama cinta kemudian mereka berbuat hal-hal yang tidak seharusnya, maka itu bukan dinamakan cinta, itu hanyalah nafsu semata.

Yah, nafsu pada anak muda memang bisa dikatakan sedang menggebu-gebu, pacaran sekarang sudah jadi hal yang lumrah, walaupun sebenarnya bagi saya sendiri istilah pacaran itu adalah aneh. mungkin ini efek dari saya sendiri yang menjauhi namanya pacaran, tapi walaupun tidak melakukan hubungan pacaran cinta harus tetap ada, saya pernah membaca di status facebook yang kurang lebih isinya begini :

jika mencintai seseorang karena kecerdasan atau kepintarannya
itu bukan cinta itu hanya kagum
jika mencintai seseorang karena bentuk tubuh dan ketampanan/kecantikannya
itu bukan cinta itu hanya nafsu

Sebenarnya masih lebih panjang statusnya dari yang diatas, tapi yang saya simpulkan dari apa yang saya baca dan saya dengar, adalah cinta itu tidak memerlukan alasan, tapi cintalah yang menjadikan sebuah alasan, mungkin dalam kalimat biasa akan terdengar seperti ini "aku mencintainya, karena itulah dia menjadi yang terhebat dimataku" bukan "karena dia hebat, karena itulah aku mencintainya".

Cinta itu memberi ? cinta itu pasti memberi, memberi dan memperhatikan memang fitrah kita sebagai manusia untuk saling memberi dan menerima, karena itulah fungsinya cinta.

Cinta itu buta ? cinta bisa menjadi buta ketika nafsu yang menguasai, tapi kita masih bisa melihat yaitu dengan akal, jadi ketika nafsu membutakan arti cinta, maka akal yang bisa melihatnya.

Cinta tidak harus bersama ? menurut Mario Teguh, kata-kata ini hanya muncul dari orang yang frustasi karena cinta, dan sekali lagi hal yang memburukkan arti cinta biasanya karena diiringi dengan nafsu yang datang dari dirinya sendiri.

Jika cinta dipandang dari segi agama, maka cinta yang paling tinggi adalah cinta kepada Tuhan, namun bukan berarti cinta kepada makhluknya bisa direndah-rendahkan, karena cinta kepada makhluknya menurut saya merupakan salah satu bukti cinta kita kepada Tuhan, dan melaksanakan ajarannya untuk menyenangkan Tuhan juga merupakan bukti cinta kita kepada Tuhan.

"Cinta itu buta, kita hanya perlu kacamata yang tepat untuk melihatnya" (Raditya Dika, Novel Marmut Merah Jambu)

dan kacamata itu adalah 'akal'.

0 Response to "Sekelumit Tentang Cinta"

Terima Kasih sudah berkunjung di blog catatansimpel.com

Silahkan tinggalkan komentar jika berkenan
Jangan lupa berkunjung lagi :)